Showing posts with label life. Show all posts
Showing posts with label life. Show all posts

Cerita Mudik



Seperti orang kebanyakan di Indonesia setiap tahun saya juga melakukan rutinitas tahunan yaitu mudik. Yup mudik di hari raya Idul Fitri tentunya. Dimulai dari sabtu pagi tgl 27 Agustus, jam 8.00 teng brangkat ke terminal Mandalingka( kira2 dimana?). Setelah menunggu 1 jam bus pun datang yang seharusnya datang 30menit  menunggu. 30 menit pada sibuk persiapan naik bus dengan segala perangkat-perabotnya.

Jam sembilan pagi waktu indonesia timur roda-roda bus bermanuver menuju kota Jogjakarta,(maklum cari gratisan mudiknya jadinya pake bus :D)

Baru beberapa saat dibus setalah mengobrol ngalor-ngidul dengan teman sebangku sudah diserang rasa kantuk yang sangat sampe akhirnya tidur. Bangun-bangun sudah sampai dipelabuan, dan sepanjang perjalanan bawaanany hanya tidur :zzzzzzzzzzzzzz.

Cerita singkatnya .......

Hari minggu sore 17.00 Wib Akhirnya sampai di Jogja juga, dan langsung naik jemputan dan mampir di sebuah mushola pompa bensin dan sholat ashar. langsung cabut melanjutkan perjalan dan akhirnya berhenti lagi untuk sholat magrib.
Read More

no tittle



tertegun sang ibu memandangi seorang bocah kecil
yang masih merah kulitnya,
bening matanya sebening hatinya.
dia begitu tampan
yang ia lakuakan hanya menangis.
menagis di pangkuan ibunya
pasrah tak ada rasa khawatir
nampak dari sorotan matanya yang tajam


semakin hari bocah kecil itu tumbuh
merangkak, berdiri lalu berlari
matanya tajam melihat
kupingnya pandai mendengar
ia turuti apa yang ibunya ajarkan.

semakin ia besar ia lari
berlari dari pangkuan ibunya
bersembunyi di balik gagahnya sang ayah
lambat laun ia belajar belajar
dari yang ia lihat belajar
dari yang ia dengar

sayang bocah itu
belajar hal-hal seharusnya tidak ia pelajari
sayang bocah itu
lari semakin menjauh dari sang ibu
sayang anak itu lupa
dengan pangkuan ibunya
sayang anak itu lupa
dulu bersembunyi di balik keberanian ayahnya

bocah itu kini tak layak disebut bocah
seorang yang tak berdaya itu
dengan sombongnya berjalan melalang
seolah paling kuat
tak ingat lagi
siapa yang selalu menjaganya disetiap ia menanggis
siapa yang selalu menjaganya didinginnya malam.

pulanglah nak..!
sang ibu di kesunyian malam
berharap sang bocah kembali
apakah kau tak rindu pada Tuhan nak...!
Read More

Hanya Untuk-Mu

tak kuasa ku menahan

getaran menggelegar dalam hati

takjub akan Kebesaran-MU

menusuk-nusuk jiwa



semakin… semakin jelas aku merasakanya

getaran cinta-MU membuatku tak berdaya

mengiringi setiap langkahku



hanya Kau yang Maha Dahsyat menaungiku

dalam gengamman-MU

inginku bertemu dengan-MU

tapi aku terlalu hina

dalam kehinaan dunia fana

aku tertipu dalam kepalsuan



menatap lekat kedalam diriku

aku malu betapa kotornya diri ini

berlumuran lumpur dosa

bersimpuh memuja-Mu sujudku

dalam kerendahan mengharap ampunan-MU



Engkau Maha Pemurah
Read More

Puisi Kangen



ku ingat hari hampa
lekatnya tatapanmu
hari-hari itu berlalu begitu saja..

rindu ku dibuatnya
ku ingin selalu
menatap wajah manismu

tapi apa daya..
aku terlalu pengecut
kelu ku dibuatnya
ingin rasanya
aku berucap cinta
cinta hanya untukmu




Read More

Semangat



Selasa, hari bahagia sisa malam menakjubkan, sedari jam enam pagi aku bergegas dengan kuda besi berlari menyusuri kelok-berkelok susunan batu terlapis aspal, naik turun tak keruan bukit-bukit. Tebing-tebing menjadi tembok kokoh berhimpit jurang berbatas jalan. 

Mengalir sungai-sungai tercemar keserakahan manusia. Pagi yang dingin penuh semangat, Tak lain tak bukan, aku ingin segera bertemu dengan keponakan-keponakan, otak ruwetku masih berselimut hati bahagia sudah disodori pertanyaan-pertanyaan entah sudah seberapa besar, lucu, gemas, tangis, canda tawa, ompol, ompong.

 Tak ku hirau ku melaju seakan tak kencang-kencang, aku terus melaju di jalanan pagi yang masih lenggang dari aktifitas jalan runyam. Hati yang penuh dengan cinta,keluarga,sahabat dan dia meskipun masih kecewa. Ku lirik jarum penunjuk terhubung dengan putaran roda depan, menunjuk angka dalam batas, ku lajukan motor melesat melaju menembus kabut-kabut pagi menawarkan dingin, siangpun mulai beranjak melintasi pagi berselimut menuju deretan pegunungan. 

Berderet-deret tentang Keangungan-Mu, berbaris disetiap Keindahan alam menjanjikan kedamaian dibarisan pohon sejuk berteduh, Kemurahan-Mu pada setiap hamba-hamba-Mu. Secuil gambaran tentang Keperkasaan-Mu terlukis dalam kokohnya tebing-tebing bebatuan.

 Samigaluh, Kulon Progo, 22 september 2009 07.00 WIB
Read More

Campur Aduk

Dudukku disebelah pemuda-pemuda Bayumasan tertawa riang sambil saling menimpali canda dan tawa, ucap berucap kasar meluncur. sambil meneruskan gurau, bernyanyi tanpa peduli menyambangi langit membahana bercampur dalam riuhnya hati, yang jelas mereka tersenyum lepas. tak ada sangsi beban-beban terpikul.

Aku tertuduk malu seberapa besar nikmat Tuhan yang telah aku dustakan, seakan marah pada-Nya, kenapa aku tak mampu tersenyum. tersenyum lepas bersama hembusan angin riang bergoyang dalam alunan ombak, melepas ego-ego palsu yang telah lama tetindih. tercemar dalam hingar bingar dunia, melepas gelisah-gelisah tak berujung. dalam mimpi tak berujud. 

Dalam hati aku berbincang, Tuhan engkau memang sangat adil. kesederhanaan mereka terpancar dalam wajah-wajah lugu tak peduli. Dalam kebahagian mereka menunggu kampung halaman datang menyambangi. Sekian waktu pergi dalam riuh harap.

Mereka tak peduli dengan tatapan kosong semrawut di otak kecilku yang bodoh dalam hati yang beku tak seluas samudra-samudra mengalir, dalam riuhnya lautan tak bertepi. mengoyak karang-karang berbatu, melantakkan setiap terjangan. bergelombang mengusik ketenangan besi-besi gagah, berlayar membawa sejuta harap, beribu cemas tak terkalang.

Kuasa-Mu 


 JM Ferry 2 | by stelaclarisa

JM FERRI, Selat Lombok 16-09-09 14.04 WITA


Read More